Showing posts with label bahasa indonesia. Show all posts
Showing posts with label bahasa indonesia. Show all posts

Tuesday, January 12, 2021

Jangan berteman dengan orang jahat

Lan Xichen adalah anak tertua dari klan Lan. Lan Xichen memiliki seorang adik bernama Lan Wangji. Semenjak kecil Lan Xichen dan Lan Wangji tidak tinggal bersama orang tua mereka. Sampai usia enam tahun, mereka tinggal dengan pengasuh. Setelah enam tahun, kedua Lan bersaudara diasuh oleh sang paman, Lan Qiren, untuk mendapatkan pengajaran. 

Karena ayah Lan Xichen, sang kepala klan, mengurung diri dari dunia luar; sedari kecil Lan Xichen telah diangkat menjadi pimpinan klan. Lan Xichen mendapat gelar Zewu-jun. Sebagai kepala klan, Lan Xichen tidak hanya terkenal memiliki kemampuan kultivasi yang tinggi, Ia juga terkenal akan kebaikan, keramahan, dan kelembutan hati yang penuh belas kasih. Tak heran, karena Lan Xichen mendapat didikan etika yang sangat baik dari sang Grand Master, Lan Qiren. Klan Lan memang sangat terkenal dengan perilaku beretikanya. 

Setiap tahun banyak pimpinan klan yang mengirim anak mereka untuk belajar etika di Gusu Lan. Hari itu adalah hari pertama pembelajaran Gusu dimulai. Sebagai ketua klan, Lan Xichen bersama Grand Master Lan menyambut siswa baru. Di hari penyambutan itu, Lan Xichen bertemu dengan Meng Yao untuk kali pertama. 

Meng Yao adalah anak haram dari kepala klan

Jin. Namun, Ayao dibesarkan oleh keluarga Nie. Di hari penyambutan siswa baru Gusu Lan, Ayao bukan sebagai siswa. Ayao hadir di penyambutan sebagai pelayan dari adik bungsu kepala klan Nie yang akan belajar di Gusu. 

Setelah upacara penyambutan, Zewu-jun (gelar Lan Xichen), bepapasan dengan Ayao di lorong. Ayao yang melihat Zewu-jun di hadapannya langsung menundukan kepala penuh hormat sambil tersenyum menunjukan dua lesung pipi miliknya. Di kejauhan, terdengar samar-samar orang bergosip, ”dasar anak pelacur tidak tahu diri” ”berani sekali anak pelacur itu menyapa Zewu-jun”. Mendengar perkataan-perkataan itu, Ayao menunduk sekali lagi dan bergegas pergi. Di sisi lain, Zewu-jun menunduk dan membalas senyum Meng Yao. 

Setelah hari penyambutan siswa baru, banyak hal terjadi. Penyerangan Klan Wen terhadap Klan-klan lain, Meng Yao di usir oleh kepala Klan Nie, hingga Ayao diterima di Klan Jin oleh ayah biologisnya dan mendapatkan nama Jin Guangyao. 

Lan Xichen yang memang sedari awal berhubungan baik dengan ketua Klan Nie, ingin mendamaikan hubungan kepala Klan Nie dengan Ayao. Dengan tujuan mendamaikan hubungan kepala Klan Nie dan Ayao, mereka bertiga besumpah dengan darah untuk menjadi saudara. Sebagai saudara yang penuh kasih sayang dan selalu positif, Zewu-jun memberikan token akses keluar masuk Gusu Lan kepada Ayao. Kapan saja Ayao ingin menemui Zewu-jun, apapun masalah Ayao, Zewu-jun sebagai kakak akan mendengarkan dan membantu Ayao. Selain itu, Zewu-jun juga mengajarkan healing melody kepada Ayao. 

Tidak lama setelah mereka bertiga, kepala Klan Nie, Zewu-jun, dan Ayao bersumpah menjadi saudara, Kepala Klan Nie mengalami sakit. Tak jarang kepala Klan Nie kehilangan kesadaran dan mengamuk. Untuk menenangkan saudara tertua mereka tersebut, Zewu-jun dan Ayao memainkan healing melody dengan zitar. Zewu-jun berharap Ayao bisa membantu memulihkan  kesehatan sang kakak tertua. Namun, sesuatu terjadi, satu hari sang kakak tertua mengamuk tak terkendali ingin membunuh Ayao dengan menebas-nebaskan goloknya dengan sangat brutal. Sang kakak tertua terus menebas tanpa henti sampai akhirnya collapse. Ayao melaporkan bahwa kakak tertua telah meninggal, namun jenazah sang kakak tidak pernah ditemukan. 

Lan Wangji, adik Lan Xichen, yang selalu melakukan perburuan malam (perburuan roh jahat) menemukan hal-hal aneh diperburuannya. Bersama seorang temannya, Wangji melakukan penyelidikan terhadap kejadian-kejadian aneh yang Ia temui ketika melakukan perburuan malam. Menariknya, penyelidikan yang dilakukan Wangji menuju pada kematian saudara sesumpah Zewu-jun. 

Saat itu, sepuluh tahun setelah kematian kepala Klan Nie. Banyak hal telah terjadi selama sepuluh tahun terakhir dan Jin Guangyao telah menjadi kepala Klan Jin. Penyelidikan yang dilakukan oleh Wangji menuju ke arah Jin Guangyao. Ketika Wangji melaporkan ini kepada kakaknya, Lan Xichen tidak menerima begitu saja. Saat itu, Lan Xichen berkata, ”Ayao dalam pandangan kalian, bukanlah Ayao dalam pandanganku”. Bukan karena Zewu-jun tidak memercayai adiknya, namun Zewu-jun merasa mengenal Ayao dengan sangat baik. 

Wangji yang memiliki tingkat keadilan yang tinggi, menunjukan bukti-bukti kepada sang kakak, diantaranya adalah healing melody yang Zewu-jun ajarkan sendiri pada Ayao. Musik yang rutin Ayao mainkan untuk kepala Klan Nie, tidak persis sama dengan apa yang Zewu-jun ajarkan. Dalam healing melody yang Ayao mainkan untuk kepala Klan Nie, ada melody lain yang Ia masukan. Melody yang bukannya untuk healing, justru melody untuk pengacau pikiran. Itulah mengapa kepala Klan Nie seperti hilang kesadaran. Sejatinya, satu-satunya Klan yang menggunakan metode musik hanyalah Gusu Lan. Wangji sempat bertanya-tanya dalam hati, mengapa Jin Guangyao bisa mengetahui melody pengacau pikiran yang hanya ada di perpustakaan Gusu Lan. 

Zewu-jun akhirnya menerima apa yang disampaikan Wangji setelah mendengar 'healing melody' versi Ayao. Zewu-jun merasa begitu bodoh. Ia seperti sebuah bidak.

Setelah melakukan konfrontasi terhadap Ayao, Zewu-jun memutuskan untuk mundur dari jabatan sebagai kepala Klan Lan. Zewu-jun mengurung diri dari dunia luar, refleksi.

Peraturan No. 52 keluarga Lan: ”jangan berteman dengan orang jahat”

Satu hari, Lan Xichen pernah berkata ”dahulu aku merasa memahami banyak hal, namun kemudian aku mengerti semua tergantung sudut pandang kita terhadap sesuatu”


Note: Lan Xichen still my favorite ๐Ÿ˜Š

Saturday, January 9, 2021

Seorang Anak dan Ayahnya

Satu hari, Yang Zi'an (anak Perdana Mentri) dan empat orang temannya makan siang di sebuah restoran di Kota Chang'an. Selesai makan dan hendak membayar makanan hari itu, kelima anak muda itu mengumpulkan uang mereka dalam satu bejana. Aneh, uang koin yang mereka masukan dalam bejana mengeluarkan suara yang berbeda. Dua dari mereka baru saja mengambil uang dari bank hari itu dan satu dari mereka baru saja berbelanja makanan kecil di pasar dalam perjalanan menuju restoran. Kelima sahabat itu membandingkan bunyi jatuh uang koin ke dalam bejana. Ada perbedan bunyi yang jelas antara uang yang baru diambil dari bank dengan uang yang didapat dari pedagang di pasar. Penasaran dengan uang yang diperoleh dari pasar, kelima sahabat yang penuh api penasaran tersebut mulai menelusuri sumber uang yang mereka peroleh. Mereka melakukan apa saja untuk mendapat uang yang serupa, mereka berbelanja, menukar uang, bahkan membeli kepingan uang yang mencurigakan tadi. Mereka menduga, itu adalah uang palsu.
Penyelidikan kelima anak muda yang sedang belajar di akademi kerajaan itu tidak berhenti di hari tersebut. Keesokan harinya, Yang Zi'an membolos sekolah untuk melakukan penyelidikan. Kali ini, Zi'an menyamar menjadi gelandangan yang sedang membutuhkan pekerjaan. Hari itu, usaha membolos Zi'an tidak sia-sia. Zi'an gelandangan (menyamar) yang sedang membutuhkan pekerjaan mendapatkan apa yang Ia cari, Zi'an dibawa oleh seorang agen untuk bekerja di pabrik pembuat koin uang.
Keesokan harinya, Zi'an dan teman-temannya melaporkan pabrik pembuatan koin palsu tersebut pada petugas istana dan pabrik itu berhenti beroperasi.
Namun, cerita ini tidak semudah itu. Bahkan Zi'an merasa terlalu mudah. Ia merasa ada orang penting dari kerajaan yang menjadi tokoh utama dalam penyebaran uang palsu di pasar.
Meski pabrik sudah ditutup, koin palsu tetap beredar di pasar. Zi'an yang penuh dengan api, bertekat untuk mengungkap masalah peredaran koin palsu sampai ke akarnya.
Tanpa Zi'an mengetahui bahwa permasalahan koin itu nantinya akan melibatkan orang terpenting dalam hidupnya.
Zi'an yang tinggal di asrama akademi, setiap akhir pekan akan menghabiskan waktu dengan ayahnya. Zi'an si bungsu di keluarga Yang menceritakan apa saja kepada ayahnya, mulai dari teman-temannya, belajarnya, dan apa-apa yang Ia kerjakan.
Hari itu, Zian menghabiskan akhir pekan di ruangan pribadi milik ayahnya. Ayah Zi'an adalah seorang pejabat negara yang sangat tertarik dengan lukisan dan kaligrafi. Akhir pekan itu Zi'an habiskan dengan mendengarkan berbagai penjelasan ayahnya tentang tinta dan kertas yang digunakan untuk melukis. Zi'an si anak patuh, mendengarkan dengan seksama. Perlu diketahui, Zi'an adalah penggemar ayahnya. Apapun yang berhubungan dengan ayahnya sangat menarik bagi Zi'an.
Ketika Zi'an menyamar masuk ke pabrik pembuatan koin, Ia menemukan kertas kerja pabrik tersebut. Di hari ayah Zi'an menjelaskan berbagai jenis tinta, Zi'an penasaran dengan tinta yang digunakan pada kertas kerja yang Ia temukan.
Beberapa hari setelah kunjungan Zi'an ke ruang kerja ayahnya, Zi'an menyelinap masuk lagi dalam ruangan tersebut. Zi'an ingin memastikan tinta apa yang digunakan si pembuat koin palsu. Zi'an mengeledah seluruh ruangan, dengan tujuan mencari tinta, namun yang Ia temukan adalah sebuah laci rahasia di antara susunan buku ayahnya. Betapa terkejutnya Zi'an ketika melihat isi kotak kecil di dalam laci tersebut, sebuah koin yang merupakan prototype untuk pembuatan uang palsu. Hari itu, Zi'an pulang ke asrama membawa koin yang Ia temukan dengan hati yang yang tak dapat diuangkapkan.
Setelah penemuan koin, Zi'an menghentikan penyelidikannya. Actually, Zi'an lebih seperti menghentikan waktunya, Ia berhenti pergi ke kelas, berhenti makan, berhenti bertemu dengan sahabat-sahabatnya, bahkan Zi'an berhenti menemui ayahnya. Untuk beberapa lama Zi'an menghabiskan waktu hanya di kamar asrama, berpikir.
Setelah beberapa hari, ayah Zi'an akhirnya menyadari koin miliknya hilang. Zi'an yang mulai tidak datang mengunjunginya, Ayah Zi'an menduga bahwa anak bungsunya telah menemukan benda rahasia itu. Ayah Zi'an menunggu, apa yang akan dilakukan anak kesayangannya itu. Namun, setelah berhari-hari tidak ada laporan apapun yang Zi'an lakukan. Tidak kunjungan ada tindakan dari anaknya, sang perdana mentri memerintahkan seseorang untuk menyusup dan menemukan koin yang mungkin disembunyikan di kamar asrama anaknya. Dan benar saja, koin itu ditemukan di tempat tidur Zi'an.
Setelah mengetahui koin uang palsu dalam kamarnya hilang, Zian memutuskan untuk ke istana menemui kaisar. Zi'an melaporkan ayahnya, sang perdana mentri, atas tuduhan korupsi, pembuatan uang palsu dan mengedarkannya.
Part paling aku suka
Ketika semua berkumpul, kaisar, para mentri, dan pejabat-pejabat kerajaan dalam hall persidangan, Zi'an diminta untuk menujukkan bukti atas tuduhannya. Di sana, hari itu, sebelum Yang Zi'an menunjukkan bukti, Zi'an yang sedari awal berlutut menghadap kaisar bergerak pindah ke hadapan ayahnya, sang perdana mentri. Di hadapan ayahnya, Zi'an bersujud sambil berkata, ”terima kasih ayah sudah merawat dan membesarkanku, Zi'an tidak akan pernah bisa membalas. Aku, Yang Zi'an bangga menjadi bagian dari keluarga Yang. Di kehidupan yang akan datang, aku tetap ingin menjadi anak ayah. Di kehidupan berikutnya, mari kita menjadi petani saja, hidup tanpa ambisi uang dan dunia”.
Setelah bersujud pada ayahnya, kemudian Zi'an menghadap pintu hall dan berkata, ”Yang Zi'an bersujud pada langit dan bumi, Zi'an meminta ampun apabila durhaka pada ayah. Namun, apabila yang Zi'an katakan hari ini adalah kebohongan maka, aku, Yang Zi'an, bersedia menerima semua karma”. Terakhir, Yang Zi'an bersujud pada kaisar meminta agar ayahnya tidak dihukum mati.
Setelah bersujud, Zi'an menyerahkan kertas yang merupakan kertas kerja pabrik pembuatan koin. Menerima kertas itu, kaisar bertanya, ”apa yang membuatmu menjadikan kertas ini sebagai bukti? Siapa saja bisa membuat catatan ini?” Mendengar pertanyaan sang kaisar, ayah Zi'an mulai bergetar di posisi nya. ”tidak ada yang istimewa dengan kertas dan catatan itu, yang istimewa adalah tinta yang dipakai untuk membuat catatan itu yang mulia” ucap Zi'an sambil bersujud. Mendengar jawaban Zi'an, sang perdana mentri langsung jatuh lemas di posisinya.
Hari itu, ayah Zi'an mengakui kejahatannya. Kaisar menghukum mantan perdana mentri ke perbatasan dan tidak boleh kembali ke Chang'an selamanya, gelar bangsawan dicabut, dan semua harta disita kerajaan.
Di hari keberangkan ayahnya ke perbatasan, ayah Zi'an bertanya, ”mengapa menunggu begitu lama untuk melapor pada kaisar?” Dengan wajah penuh air mata Zi'an menjawab, ”menunggu ayah melaporkan diri pada kaisar”. Sambil menepuk pundak Zi'an yang terus bergetar akibat tangisan, ayahnya berkata, ”ayah bangga padamu Zi'an. Maafkan ayahmu ini”. Ketika pengawal membawa ayahnya pergi, Zi'an terus bersujud ke arah ayahnya yang semakin jauh meninggalkan Chang'an.
Sejatinya, Zi'an sempat berpikir untuk mengabaikan kasus itu. Ia berharap agar ayahnya berhenti ketika ayahnya tau kalau anaknya mengetahui kejahatan yang Ia dilakukan. Namum, sebaliknya, ayahnya justru melakukan kejahatan lain dengan mengirim orang untuk menggeledah kamar asrama Zi'an.
 
Personal opinion:
Yang Zi'an melaporkan ayahnya hanya karena cintanya pada sang mantan perdana mentri. Bukan begitu? 
 
Note: cerita ini dikutip dari serial drama The Chang'an Youth (2020)

 

Tuesday, May 26, 2020

Rants

Mulai hari ini, aku ingin lebih sering menulis sesuatu di blog ini.
Yosh! Ganbarimashou~


Reverse (2017)


Beberapa hari lalu, out of my boredom, aku liat drama Jepang tahun 2017 berjudul Reverse. Mengapa aku memilih drama ini? Awalnya, tentu saja aku memilih untuk menonton drama ini karena cast listnya. Kemudian aku tahu, pilihanku terhadap drama ini tidak salah. It was a good drama.

Cerita drama ini dimulai ketika empat orang sahabat di masa kuliah (Kazuhisa Fukase, Kosuke Asai, Takaaki Murai, dan Yasuo Tanihara) mendapatkan teror dengan surat kaleng mengenai kejadian sepuluh tahun yang lalu. Kejadiaan sepuluh tahun yang lalu ketika mereka kehilangan salah seorang sahabat mereka, Yoshiki Hirosawa.Teror yang mereka terima setiap hari akhirnya mempertemukan kembali keempat sahabat ini. Mereka mulai memcari pelaku teror dengan mengumpulkan kembali penggalan-penggalan kenangan mereka mengenai kejadian di masa lalu. Faktanya, ada sebahagian cerita dari setiap mereka (Kazuhisa Fukase, Kosuke Asai, Takaaki Murai, dan Yasuo Tanihara) yang baru mereka ungkapkan setelah surat kaleng meneror setiap mereka.

Dalam perjalanan keempat sahabat ini mencari sipengirim surat kaleng, mereka bertemu dengan banyak hal dan orang-orang baru yang berhubungan dengan Yoshiki Hirosawa. Sepanjang pencarian mereka mengenai Yoshiki Hirosawa, ternyata banyak hal mengenai Yoshiki Hirosawa yang tidak mereka ketahui sama sekali. Bahkan Kazuhisa Fukase yang merasa begitu akrab dan dekat dengan  Hirosawa, ternyata banyak hal yang tidak ia ketahui tentang Hirosawa.

Drama ini memiliki alur maju-mundur (Reverse) yang akan menjelaskan setiap detail cerita versi masing-masing karakter hingga kebenaran sejati terungkap. Kejadian yang menyebabkan kematian Hirosawa. Hari itu, salah satu hari di musim dingin tahun 2007, kelima sahabat (Yoshiki Hirosawa, Kazuhisa Fukase, Kosuke Asai, dan Yasuo Tanihara) ini melakukan perjalanan ke Nagano. Ketika itu hujan salju mulai turun. Meskipun hari itu salju mulai turun dengan deras, namun tidak mengurangi semangat mereka untuk melakukan perjalanan. Ditemani siaran radio lokal yang terus-menerus bercerita mengenai kejahatan yang belakangan terjadi, perjalanan menuju Nagano hari itu penuh dengan canda dan kegembiraan.

Akibat lebatnya salju yang turun di hari itu, mobil yang mereka kendarai terpaksa harus ditinggal dan perjalanan menuju Villa tempat mereka menginap dilanjutkan dengan berjalan kaki. Tidak mengecewakan, Villa yang mereka sewa lebih dari apa yang mereka harapkan. Banyak waktu mereka habiskan di Villa hari itu, BBQ, mengobrol, minum, dan lainnya, sampai salah satu phone cell mereka berdering. Teman mereka yang terakhir, Takaaki Murai dan adik perempuannya meminta untuk di jemput di stasiun kreta. Hari itu, salju terus turun dengan derasnya, Hirosawa yang baru saja memiliki license diminta untuk menjemput. Sejak kepergian Hirosawa di hari bersalju itu, Hirosawa tidak pernah kembali. Mobil yang digunakan Hirosawa untuk menjemput ditemukan jatuh ke jurang dalam keadaan meledak. Anehnya, jenazah Hirosawa baru ditemukan setengah tahun kemudian dengan jarak 10KM dari lokasi mobil dan berada di hulu sungai.

Potongan cerita setiap karakter adalah clue penting dari pemecahan misteri meninggalnya Hirosawa. Kejujuran dalam mengungkapkan potongan cerita dari setiap karakter adalah kunci penting.

Drama yang sangat menarik. Drama menekankan pada kejujuran dalam hidup. Dalam perjalanan mereka mengumpulkan semua kepingan fakta mengenai kematian Hirosawa, mereka menyadari banyak hal dari Hirosawa yang tidak mereka ketahui. Terkadang, ketika kita dekat dengan seseorang maka kita merasa bahwa kita adalah orang yang paling mengenal orang tersebut. Namun, tak sedikit anggapan menghianati fakta yang sebenarnya.

Aku suka cara sutradara dan penulisnya bercerita. Effect yang digunakan ketika mereka menuju cerita di tahun tertentu juga sangat bagus. Menlengkapi semua itu, aktor dalam drama ini luarbiasah keren.

A recommended drama.

That's all

Bye!

Saturday, August 4, 2018

Ganbatte! Keiton!

Konnichiwa minna!! Genki kai?
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Keito akan 'hiatus' selama dua tahun ke depan. Keito akan pergi ke Amerika per September tahun ini; bulan Agustus ini menjadi bulan terakhir JUMP bersama Keito sebelum Keito kembali lagi ke pangkuan JUMP di dua tahun yang akan datang.
Bulan Agustus yang menjadi sangat emotional untuk ku, ada banyak perasaan di bulan ini. Mulai dari bitter-sweet feeling karena ini bulan terakhir bisa liat Keito sampai doki-doki gak sabar buat Album dan ulang tahun Yuto yang ke-25th. Kembali ke Keito, tadi malam di Music Station (MS) menjadi performance terakhir Keito sebelum 'hiatus'. Keito, Aku akan sangat merindukan mu di dua tahun yang akan datang. I gonna miss you so much.
Waktu Jun (Matsumoto) bilang, "kalau liat foto 15 tahun yang lalu ini, dan liat Keito yang sekarang sangat berkembang". Jun kayak 'ayah' ne~ Kalau diingat-ingat dulu waktu pertama HSJ debut itu, Keito memang suka sekali menghindari kamera. Ada salah satu scene di footage-nya 'Ikinari' itu, Keito justru lari dari belakang cameraman waktu mau di shoot. Trus inget gak waktu tent-talk nya Jumping Car, di situ Yama bilang kalau Keito dulu tiap kali mau nyampaikan sesuatu selalu berbisik ke Yama. Keitoooo...... Keito dirimu harus lebih percaya diri. Yosh!!! Dulu juga, berkali-kali member JUMP itu protes ke Keito karena suara Keito yang terlalu kecil. Yah! kalau dibandingkan sama Yama dan Daichan yang suaranya memang paling kuat dan ribut di JUMP, suara Keito pasti ketutup. Hehehe..... Inget gak waktu di 'JUMP party 2' yang main karuta? Berkali-kali member bilang ke Keito supaya lebih semangat waktu nyebutin nilai yang di dapat. hehehe... Natsukasi na.... Ketika nanti kembali ke JUMP, ingin liat Keito lebih bangga sama dirinya sendiri! tanpa kehilangan berbagai sisi baik dan humble Keito tentunya. Humble Keito is the best. Ganbatte Keito!
Keito si baik hati, ganbatte ne! Kalau kata Yuyan, dua tahun itu waktu yang lama dan banyak hal yang bisa terjadi selama dua tahun; kalau Keito tidak bersungguh-sungguh maka dua tahun akan berlalu begitu saja. Sou, desu ne! Banyak hal yang dapat terjadi selama dua tahun ke depan dan semua harus bersiap. Apapun itu, kami akan menunggu Keito untuk kembali ke JUMP. Ganbatte ne Keito!
Tadi malam di MS Keito bilang, nanti ketika Ia kembali dari Amerika dua lagi, Ia ingin menjadi lebih mature. Ganbatte! We'll wait for you. Untuk ku secara personal, waktu dua tahun rasanya sangat cepat berlalu. Rasanya baru dua hari yang lalu aku memutuskan sesuatu dan hari ini masa dua tahun itu sudah berada di penghujungnya. Aku juga ingin melakukan sesuatu, sama seperti Keito. Aku juga ingin menjadi lebih mature. Watashi mo ganbarimasu!!!!
Baby Keito We'll gonna miss you so much! Ganbatte ne Keiton!! 
Tha's all!
Jya!
Mata..
And this is as a bonus  ^____-

Monday, September 25, 2017

Happy Anniversary JUMP (edited)

Keep JUMPing higher and higher  
Ada begitu banyak hal yang ingin aku tuliskan disini, banyak sekali namun ketika aku membuka kembali post-an ini, semua hal yang ada dikepalaku tiba-tiba seperti terhapus oleeh sebuah penghapus yang sangat besar dan tidak dapat aku mencegahnya. 
Pertama sekali, aku ingin mengucapkan selamat untuk kesembilan member JUMP yang sudah dapat membuktikan pada dunia bahwa mereka bukan anak kecil manja yang akan goyah oleh begitu banyak gosip, cercaan, dan berbagai jenis keraguan dari orang-orang ketika group ini terbentuk. Selamat karena JUMP sekarang sudah berhasil melawati 10 tahun pertama group mereka; dengan JUMP yang sudah berusia 10 tahun artinya aku juga sudah 10 tahun berada di fandom ini, selamat untuk diriku yang masih bisa bertahan sampai sekarang.
10 tahun bukan merupakan waktu yang singkat untuk sebuah group, ada banyak drama yang dilewati oleh JUMP sampai mereka bisa seperti sekarang ini, berada pada jajaran tinggi idol group. Aku ingat, diawal terbentuknya JUMP ada begitu banyak keraguan orang akan group ini, karena faktor usia yang masih terlalu belia dan ada lompatan generasi di jajaran Johnny's jr pada saat itu. Lompatan generasi pada Johnny's jr pada saat itu menyisakan banyak sakit hati dan kekecewaan, namun semua itu adalah keputusan sang pemegang kekuasaan tertinggi dan JUMP sebagai anak kecil hanya bisa patuh dengan apa yang telah ditetapkan oleh agency. Beberapa waktu yang lalu, aku bertemu dengan seorang fangirl dan ia sampai sekarang kurang menyukai JUMP karena menurutnya JUMP terlalu cepat debut saat itu dan ada banyak korban (sakit hati) oleh debut-nya JUMP. Rasanya menyalahkan JUMP untuk urusan debut, banyaknya yang kecewa dan keluarnya beberapa Jr pada saat itu, sampai saat ini, bukanlah hal yang tepat, karena JUMP hanya sebagai pelaksana keputusan. Permasalahan yang dihadapi JUMP bukan hanya datang dari luar namun juga dari dalam group itu sendiri; masih ingat dengan NYC? mungkin sekarang sudah banyak sekali penjelasan tetang NYC saat itu dan konflik member setelah debut. Masalah ayng paling besar dan merubah sejarah JUMP adalah tahun 2011, mengenai keluarnya member saat itu. Berita yang sungguh mengguncang fandom saat itu, banyak fans yang memutuskan untuk meninggalkanfandom JUMP karena berbagai alasan dan keraguan orang banyak mengenai JUMP yang terlalu dini untuk debut muncul kembali. Image imut, cute, yang dilekatkan pada JUMP tidak dapat menahan sebagian fans untuk meninggalkan fandom.
Beberapa waktu yang lalu, aku membaca sebuah terjemahan mengenai Yamada yang menyatakan betapa suram Hey!say! JUMP sekitar tahun 2012-2013 pada masa "zenkoku tour"; saat itu ada banyak seat yang harus ditutup oleh balloon karena tiket tidak habis terjuaal dan perlu diketahui saat itu belum semua member JUMP genap berusia 20 tahun, untuk ukuran anak belia menurutku mereka termasuk dalam anak-anak tagguh, aku senang berada di fandom ini. Sekarang JUMP sudah berada pada posisi yang sedang menaik, menuju puncak tangga perjalanan karir JUMP; mungkin Arashii Waku Waku memiliki peran dalam peningkatan posisi JUMP saat ini. Tahun 2014, seperti awal baru JUMP dengan berbagai hal baru dalam hidup mereka;  tahun 2014 JUMP tambil pada Arashii Waku Waku dan 24Hours NTV. Tahun 2014 juga, semua member JUMP sudah berada pada usia 20an berhasil diselesaikan berbagai permasalahan internal group; JUMP yang anak-anak telah tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang berhasil meyelesaikan masalah diantara mereka. 
JUMP sudah berhasil melewati berbagai masa sulit sampai usia yang ke-10 ini, selamat kepada JUMP yang sudah berhasil menunjukan pada banyak orang bahwa mereka layak berada pada posisi saat ini. Sekali lagi selamat. Keep JUMPing higher and higher JUMP!!!!!!

Sunday, September 27, 2015

Happy Birthday Uncle Google

Pagi ini waktu buka aku buka search engine google.... dan tada... muncullah gambar ini... gambar ini adalah hasil print screen dari search engine google hari ini tanggal 27 September 2015. Ternyata hari ini adalah ulang tahun ke-17 dari om google.. 
Om google Happy Birthday ^__^
Terima kasih sudah ada didunia maya, banyak hal yang aku telah temukan dari pencarian menggunakan search engine mu om google. 
Dengan menggunakan search engine om google selama ini, aku bisa menemukan banyak hal. Banyak pemahaman dan pengalaman yang aku dapatkan dari pencarian di search engine om google, bahkan aku menjadi lebih dekat dengan fandom ku ^^b
Sekali lagi selamat hari jadi yang ke-17 buat om google... ^^

Thursday, September 24, 2015

Happy 8th Anniversary JUMP


Happy Anniversary JUMP!!!
Gak terasa udah delapan tahun aja ini JUMP! Di tahun yang kedelapan ini banyak hal yang terjadi, bukan hanya di JUMP tapi juga didalam diriku sendiri sebagai pendukung JUMP. 
Ditahun yang kedelapan ini banyak sekali hal yang ingin kusampaikan, yang pada intinya semoga JUMP bisa menjadi satu group yang solid seperti para senior mereka. Dan untuk itu JUMP tidak perlu khawatir karena kami, para Tobikko akan selalu ada untuk mendukung JUMP. Keep JUMPing Higer JUMP! As High as possible!!! Ditahun ini JUMP punya acara Tv sendiri, suatu hal yang sangat di syukuri. Seperti para senior JUMP akhirnya punya acara Tv mereka sendiri.
Tahun ini Anniversary JUMP sangat special, karena bertepatan dengan Hari Raya Iedul Adha. Aku merayakan dua hal besar pada hari ini sekaligus ^__^

Semoga JUMP dapet banyak keberkahan di Hari yanga sangat istimewa ini.. Hehe... 

Happy 8th Anniversary JUMP!!! 
dan
Selamat Hari Raya Iedul Adha 1437 H

Thursday, September 10, 2015

Halal kah…?


Halal kah…? 
Halalkah? Berkahkah? Belakangan ini banyak hal terjadi dalam hidupku, banyak hal yang aku takutkan didalam menjalani hidupku ini. Hanya Allah lah tempat berlindung. Berkali kali aku bertanya padadiriku sendiri halalkah ini? Berkahkah semua ini?
Aku pernah mendengar ucpan yang mengatakan bahwa, halal adalah awal dari keberkahan Allah, dan tujuan kita hidup adalah untuk mengumpulkan berkahitu sedikit demi sedikit. Berkah Allah yang menjadi pelita kita dalam perjalanan hidup ini.
Halal dan Haram bagaikan Hitam dan Putih, dua hal yang tidak dapat dipisaahkan walaupun terlihat begitu kontras dalam perbedaan. Ya Rabbana, aku takut. Begitu banyak hal yang aku takuti didalam hidup ini. Aku takut masuk ke dalam zona abu-abu yang lama kelamaan akan menarik ku ke dalam hitammnya zona Haram itu.
Rasulullah shallahu alaihi wassallam bersabda, belajarlah dari buayan hingga liang lahat.  Sekarang aku memahami mengapa Rasullullah shallahu alaihi wassallam begitu menginginkan umatnya untuk terus belajar karena sungguh, ketidaktahuan itu mendekatkan kita kepada kemudharatan. Banyak hal yang mendekatkan kita kepada Haram hanya karena kita tidak mengetahuinya (hanya karena kebodohan diri kita). Sungguh baginda Rasulullah shallahua laihi wassallam, sudah mengingatkan kita umatnya, betapa Rasulullah shallahu alaihi wassallam memikirkan dan mencintai kita umatnya. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada banginda Rasulullah shallahu alaihi wassallam, sahabat dan keluarganya.
Hari ini aku membaca buku Habiburrahman  El-Shirazy yang berjudul “ApiTauhid” disana ada sebuah kisah yang sungguh patut untuk kita teladani. Cerita tentang seorang pemuda yang memegang teguh kesucian dirinya.  “Dikisahkan seorang pemuda bernama Mirza dari desa Nurs. Mirza adalah seorang pemuda yang dikenal berbudi luhur, baik kepada siapa saja dan taat menjalankan agama. Di suatu pagi, selepas sholat subuh, Mirza menggiring lembu-lembunya ke padang gembala. Mirza sangat memperhatikan apa yang dimakan lembu-lembunya. Mirza menjaga agar lembunya jangan sampai memakan rumput tidak halal dari kebun orang. Hari itu, Mirza membawa lembu-lembunya lebih jauh dari biasanya dan ia sampai di padang rumput desa Balkan. Mirza mengikat lembu-lembunya dengan patok di padang rumput itu, barulah ia melepaskan tali pengikat mulut mereka dengan membaca basmalah. Ketika matahari beranjak keubun-ubun peta langit, Mirza tampak tertidur kelelahan. Ketika terbangun dari tidurnya Mirza langsung memeriksa lembu-lembunya. Ia kaget seekor lembu jantannya hilang. Mirza segera bangkit dan mencari lembunya, Mirza terus berjalan dan akhirnya sampai pada sebuah ladang. Di ladang itu ia melihat lembunya begitu asyik makan rumput. Ia sangat sedih dan merasa berdosa melihat lembunya makan rumput di ladang orang. Mirza mencari pemilik lading tersebut, dengan santun Mirza mengucapkan salam di satu rumah yang tidak begitu jauh dari lading tersebut. Tiga kali Mirza mengucapkan salam, namun tidak ada balasan meskipun pintu rumah itu terbuka. Tatkala Mirza hendak melangkah, sebuah suar amenjawab salamnya. Dengan santun Mirza menjelaskan kedatangannya yaitu untuk meminta maaf atas kelancangan lembunya yang masuk keladang tersebut dan memakan rumput dan tumbuhan yang ada di ladang itu. Mirza sungguh menyesali kelalaiannya dan memohon agar dimaafkan dan dihalalkan, karena nanti apabila lembu itu suatu saat dimakan maka semuanya halal, jika di jual maka hasilnya halal, jika di jadikan pejantan maka semua anaknya adalah halal. Lelaki pemilik lading tersebut tersentak mendengar penjelasan Mirza,dan merasa sangat tertarik pada Mirza. Cerita full credit to Habiburrahman El-Shirazy “AapiTauhid”.
Pernahkah terpikir oleh kita sampai kepada detail sekecil yang dilakukan oleh Mirza untuk halal dan haram akan apa yang kita lakukan dan makan dalam kehidupan sehari-hari? Pertanyaan berikutnya, masih adakah Mirza-mirza lain di atas bumi ini? (sungguh keadaan membuatku menjadi sangat pesimis). Mirza menikah dengan anak gadis sang pemilik lading yang bernama Nuriye, dikemudian hari mereka memiliki anak bernama Said. Kelak Said menjadi ulama besar seantero penjuru Turki, bahkan dunia. Said mendapat julukan Budizzaman Said Nursi yaitu Keaajaiban zamannya.
Sungguh Allah azzawazalla meninggikan drajat orang yang menjaga makanan yang masuk ke dalam perutnya, menjaga kehalal-an untuk masuk menjadi darah dan dagingnya. Semoga Allah menjaga diri kita semua dari segala benda haram dan menunjukkan semua jalan halal yang berbuah berkah kepada kita semua. 
Amin ya Rabbalalamin.

most visited

I am a reader

Greenpeace news

me and my beloved friends

me and my beloved friends
trip to siantar